WALAUPUN jahe memiliki banyak kandungan yang baik bagi tubuh, namun ada beberapa orang dengan kondisi tertentu yang tidak dianjurkan untuk mengonsumsi olahan jahe seperti air rebusan jahe. Jika tetap dikonsumsi, bukannya memberikan manfaat tapi bisa merugikan bahkan membahayakan kesehatan. Penting untuk diketahui, berikut ini kelompok orang yang tidak disarankan untuk mengonsumsi air rebusan jahe.
Ibu hamil
Bahaya jahe untuk ibu hamil juga termasuk jika di masa kehamilan jika memiliki gangguan pembekuan darah, mengalami pendarahan vagina, memiliki riwayat diabetes gestasional, serta ibu hamil yang mengonsumsi obat-obatan tekanan darah tinggi. Ibu hamil dan menyusui juga harus berkonsultasi dengan dokter jika hendak mengonsumsi air jahe.
Penderita hemofilia
Hemofilia adalah kondisi medis saat darah sulit membeku yang ditandai dengan kemunculan banyak memar, nyeri, pembengkakan sendi, serta darah yang tak berhenti mengalir saat terluka. Sementara itu jahe memiliki sifat antikoagulan atau pengencer darah yang ringan, sehingga dapat meningkatkan risiko pendarahan pada orang dengan hemofilia.
Penderita hipertensi yang rutin konsumsi obat
Penderita hipertensi yang rutin minum minum obat penurun tekanan darah sebaiknya tidak mengonsumsi jahe karena dapat memicu terjadinya penurunan tekanan darah. Hal ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah rendah atau detak jantung tidak teratur.
Penderita diabetes yang rutin konsumsi obat
Bagi seseorang yang sedang meminum obat diabetes atau kencing manis, sebaiknya tidak mengonsumsi jahe. Jahe dapat menurunkan gula darah yang membuat terjadinya peningkatan risiko terjadinya hipoglikemia atau gula darah rendah. (Laya Dewi)