Manado, VivaSulut.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) tetap siaga dalam tahap pemulihan kondisi masyarakat imbas erupsi Gunung Ruang, di Kabupaten Kepulauan Sitaro yang terjadi sejak Selasa (16/4/2024).
Tak lama usai kejadian bencana alam ini, telah dibentuk Tim Penanganan Bencana Erupsi Gunung Ruang yang terdiri dari Pemprov Sulut, Kodam XIII Merdeka dan Polda Sulut.
“Penanganan akibat dampak erupsi Gunung Ruang terus dilakukan, tim penanganan bencana Pemprov Sulut, Kodam XIII Merdeka dan Polda bersama jajaran Forkopimda terus melakukan koordinasi,” ungkap Gubernur Sulut, Olly Dondokambey pada wartawan, Minggu (21/4/2024).
Data yang dihimpun, jumlah warga yang telah dievakuasi sebanyak 3.598 orang, tersebar di 12 desa dan kelurahan, baik di Pulau Ruang maupun Pulau Tagulandang yang berhadapan dengan Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Adapun sejumlah upaya yang telah dilakukan, di antaranya, pendirian dapur umum, pendistribusian nasi bungkus dari dapur umum serta bantuan logistik ke pengungsi yang jaraknya jauh dari posko.
Pemprov Sulut dan tim juga memberikan layanan dukungan psikososial untuk anak-anak yang mengungsi di Gereja Via Dolorosa Desa Lesahrende.
Selanjutnya, proses bongkar muat bantuan logistik dari sentra Nipotowe Palu dan Belanja Langsung Natura dapur umum dari Manado dilakukan dengan menggunakan KRI Kakap 811.
Ini menyusul bantuan yang sudah mulai berdatangan dari berbagai instansi bagi warga pengungsi dan terdampak erupsi Gunung Ruang.
Di sisi lain, PLN Suluttenggo telah melakukan perbaikan jaringan listrik, pukul 21.30 Wita listrik sehingga pasokan listrik kembali normal.
“Pemerintah provinsi dan daerah juga melakukan rapat bersama OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemkab Sitaro terkait pendataan warga yang melakukan evakuasi mandiri dan tidak melapor ke pemerintah daerah. Juga dilakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Bitung dan Minahasa Utara terkait dengan evakuasi mandiri warga melalui Pelabuhan Bitung dan Likupang untuk didata dan dipastikan ada keluarga yang menjemput,” jelas Gubernur Olly Dondokambey.
Sebagai tindaklanjut, Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Sulawesi Utara, dipimpin Wakil Gubernur Steven Kandouw juga ikut bertolak ke lokasi serta tempat pengungsian, Selasa (23/4/2024) pagi.
Dengan menggunakan kapal KM Bimasena Basarnas rombongan yang terdiri dari Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw, Kapolda Irjen Pol Yudhiawan, Wakapolda Brigjen Pol Bahagia Dachi, Sekprov Steve Kepel, Asisten I DR Denny Mangala, Kepala BPBD Provinsi Adolf Tamengkel dan tim dari Basarnas Sulut telah bertolak menuju Tagulandang.
“Akan pantau fasilitas publik maupun rumah warga yang terdampak bencana, untuk ditindaklanjuti,” ungkap Wagub Steven Kandouw.
Rombongan berangkat dengan membawa serta berbagai bantuan yang sebelumnya telah terkumpul di Posko Bencana Gunung Ruang, Kantor Gubernur Sulut.
Kepala BPBD Provinsi Sulut, Adolf Tamengkel, mengatakan bantuan disalurkan secara bertahap.
“Bantuan pertama sudah disalurkan pas terjadi kejadian, bantuan tahap 2 juga sudah, dan bantuan tahap 3 juga telah dikirim ke Tagulandang,” ungkapnya.
Tamengkel menambahkan, tanggap darurat bencana ditetapkan sejak 16 April 2024, dan berlangsung selama 14 hari dan akan diperpanjang bila kembali terjadi erupsi.
Adapun bantuan yang didistribusikan, seperti kasur, masker, terpal, selimut, mie instan, makanan siap saji, lauk pauk siap saji, makanan anak, sandang dewasa, sandang anak, family kids, tenda gulung, tenda keluarga dan tenda serba guna.
(***/Finda Muhtar)