Minut, VivaSulut.Com – Suasana Sejuk dan Memanjakan Mata akan menyapa Anda saat memasuki Desa ini.
Berada di salah satu kawasan pegunungan yang juga menjadi Lokasi Favorit jalur jalan para Pedaki menuju Puncak Gunung tertinggi di Sulawesi Utara.
Ya..kawasan Kaki Gunung Klabat menjadi rute para pecinta alam menjelajah cantiknya pesona “Gunung Tamporok” atau Gunung Klabat, yang terletak di salah satu Desa di Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara yang mengambil Nama dari Gunung tersebut.

Desa yang terletak diantara perbatasan Karondoran Kota Bitung dan Desa Pinilih ini, seakan menghipnotis anda dengan keindahan jajaran pepohonan rindang yang menjadi kekayaan alam nan megah, terhampar dalam balutan awan putih saat surya nampak dibalik cantiknya pesona Kawasan Kaki Gunung Klabat.
Desa itu adalah Desa Klabat.
Desa yang berpenghuni kurang lebih 2361 jiwa dengan Luas wilayah 1884 Hektar, memberikan suasana nyaman, kitapun akan menikmati kawasan Berembun di saat saat tertentu, Apalagi ketika malam menyapa, anda di suguhkan Suhu Dingin Pegunungan.
Dan eksotiknya , Desa ini ternyata memiliki kekayaan lain yang tidak bisa di pandang sebelah mata.
Siapa sangka, Desa yang bisa di tempuh dari Kota Manado atau juga melewati Kota Bitung ini ternyata menyimpan sejuta Potensi.
Kekayaan itu adalah Destinasi Wisata Buah Sunkist yang mulai menjadi Magnet tersendiri dalam menunjang ” Fruit Garden Tourism” apalagi Minut juga jadi Pilot City membatasi emisi guna mempersiapkan diri untuk menghadapi dampak perubahan iklim.

Surga Sunkist dari Kaki Gunung Klabat ini dikawinkan dengan Paduan Tanah di Desa Klabat yang berpasir namun sangat Gembur sepertinya menjadi salah satu jenis tanah yang di sukai Jeruk Sunkist, di tambah lagi Desa Klabat juga sebagai Desa yang memiliki sumber Air berlimpah dan berkwalitas langsung dari Gunung Klabat.
Kini di atas Lahan seluas 6 Hektar, Budidaya Sunkist mulai di dikelola BumDes bekerjasama dengan Pemilik Lahan.

” Kami berupaya mengembangkan Jeruk California ini lewat BumDes dan bekerjasama dengan pemilik Lahan yang juga adalah Pencetus budidaya Jeruk Sunkiss di Desa kami. Kamipun tertantang untuk mengembangkan ini guna perubahan perekonomian petani kearah lebih baik dan tentu juga bisa menambah PAD di Desa,” Kata Hukum Tua Desa Klabat Marsel Papilaya.
Potensi Jeruk California atau lebih di kenal dengan nama Sunkist ini tentu harus diimbangi dengan ketersediaan Benih, Pola Tanam yang baik dan juga yang terpenting ketersediaan Pangsa Pasar yang menjanjikan. Julinda Paundanan sang Pecetus Budidaya Jeruk Sunkist juga sangat senang bisa menjalin kerjasama dengan masyarakat Desa Klabat.
” Klabat sangat kaya dengan kwalitas air dan tanahnya sehingga saya tergerak untuk membudidayakan ini. Perubahan iklim memang menghambat produksi buah namun buah Sunkist ini tahan banting, sangat tepat untuk menjadi magnet pendapatan Inkam keluarga,” Sebut Julinda yang meskipun bukan asli warga desa Klabat namun mau berbagi ilmu dan membuka peluang lapangan kerja baru bagi warga setempat.
Disinilah peran Pemerintah Daerah maupun tingkat diatasnya dalam memfasilitasi kebutuhan Petani Jeruk Sunkist, apakah mampu memberikan solusi guna capaian peningkatan roda perekonomian warga ataukah seperti apa. Kita lihat saja nanti, tapi yang pasti Surga Sunkiss Dari Kaki Gunung Klabat sangat menjanjikan, Efek Domino untuk kesejahteraan Rakyat dan Kemajuan Daerah akan menghasilkan Kolaborasi yang Hebat. Kita tunggu saja..
(Day)