DPRD Restui Pemkot Bitung Kembali Doping Dana ke Dua Perumda Lewat Penyertaan Modal

Bitung, VivaSulut.com – Puluhan anggota DPRD kembali memberikan lampu hijau kepada Pemkot Bitung untuk menyuplai dana ke dua Perusahaan Umum Daerah (Perumda)

Restu itu tersirat dalam Paripurna Pengambilan Keputusan terhadap Lima Ranperda, dua diantaranya Ranperda Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Daerah Bangun Bitung dan Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah Pasar.

Read More

Peripurna itu digelar di Ruang SH Sarundajang dipimpin Ketua DPRD Kota Bitung, Aldo Nova Ratungalo dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bitung, Rudy Theno, Forkopimda dan sejumlah pejabat Pemkot Bitung, Selasa (21/5/2024).

Dalam paripurna ini, dua perwakilan anggota yang tergabung dalam Pansus I dan Pansus II secara bergantian membacakan hasil pembahasan yang pada intinya menyetujui lima Ranperda itu untuk dibahas ke tingkat lebih lanjut, termasuk dua Ranperda penyertaan modal ke Perumda Bangun Bitung serta Perumda Pasar.

Khusus untuk Ranperda penyertaan modal ke Perumda, dari informasi, Pemkot bakal mensuplai dana sebesar Rp 20 miliar. Masing-masing Perumda menerima Rp10 miliar dan itu belum termasuk aset yang juga dituangkan dalam Ranperda sebagai bentuk penyertaan modal.

Rencana penyertaan modal ini menjadi perhatian, mengingat kedua Perumda itu dalam kondisi “sakit” dan semenjak berdiri, belum mampu menyumbang PAD untuk kas daerah.

Menanggapi rencana penyertaan modal itu, Sekretaris Daerah menyatakan belum ada angka pasti berapa dana yang akan diberikan Pemkot ke kedua Perumda itu.

Menurutnya, penyertaan modal ke Perumda Bangun Bitung dan Perumda Pasar masih dalam tahap perumusan.

“Ini akan dirumuskan Pemerintah Kota. Dan yang pastinya penyertaan modal kepada dua Perumda akan menyesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada,” kata Rudy.

Karena masih dalam tahap perumusan, mantan Kepala Dinas PUPR Kota Bitung ini juga belum bisa memastikan berapa nominal penyertaan modal yang akan diberikan ke Perumda Bangun Bitung dan Perumda Pasar.

“Belum diputuskan berapa jumlahnya. Yang pasti berdasarkan kajian dan itu sementara kita lakukan,” katanya.

Sesuai petunjuk pimpinan, kata dia, pihaknya diminta untuk melakukan kajian mendalam serta mendengar masukan dari semua pihak terkait penyertaan modal ke Perumda.

“Jadi kalau ada yang bilang soal angka, itu hanya spekulasi karena kami masih sementara lakukan kajian. Semua harus dikaji, mengingat ini menyangkut anggaran dan kemampuan keuangan daerah,” katanya.

(redaksi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *