Daftar Nama Korban Banjir Bandang Siau di Kelurahan Bahu, 7 Orang Meninggal Dunia, 17 Luka-luka 

Air membawa material bebatuan dan merusak rumah-rumah warga pada musibah banjir bandang di Siau, Senin (5/1/2026).

Sitaro, VivaSulut.com — Banjir bandang yang menerjang Kelurahan Bahu, Lingkungan III, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, Senin (5/1/2026), menyebabkan 7 warga meninggal dunia dan 17 lainnya mengalami luka-luka.

Data tersebut diperoleh dari BPBD Pemkab Sitaro dan diperbarui seiring penanganan darurat bencana.

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor Basarnas Sulawesi Utara, George Randang, mengatakan seluruh korban di Kelurahan Bahu telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan SAR, BPBD, TNI, Polri, serta relawan.

Saat ini, tim SAR Basarnas Sulut telah berada di lokasi bencana untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.

“Berdasarkan informasi dari BPBD Pemkab Sitaro, di Kelurahan Bahu Lingkungan III terdapat tujuh korban meninggal dunia dan belasan korban luka-luka. Tim SAR sudah berada di lokasi untuk memastikan seluruh korban tertangani dan tidak ada yang terlewat,” ujar George Randang.

Korban meninggal dunia terdiri dari:

  • Juanita Erlina Bangsa (21)
  • El Kamanangan (4)
  • Rakmon Bangsa
  • Joan Bangsa (20)
  • Florensi Bawonte (72)
  • Santi Diamanis (34)
  • Kananta Kairi Kansil (2 bulan)

Sementara itu, 17 korban lainnya mengalami luka-luka, yakni:

  • Marlis Sanggili (27)
  • Fatmawati Kamurahang (54)
  • Yosiro Asarya Sanggili (3)
  • Ledy Sasela (20)
  • Novin Tonggengbio (43)
  • Yulita Damalang (36)
  • Deiby Kamanangan (40)
  • Dorkas Mudea (74)
  • Flona Ambar (65)
  • Oktavianus Dumalang (61)
  • Claudio Bangsa (24)
  • Adolfince Pandaeng (57)
  • Ronal Kansil (53)
  • Indo Januardy Kansil (24)
  • Dea Pianaung (11)
  • Eferhart Sangkilang (56)
  • Sumiarti Lukas (58)

George menambahkan, Basarnas Sulut terus bersiaga dan berkoordinasi dengan BPBD serta pemerintah daerah untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban tambahan maupun bencana susulan.

“Kami tetap fokus pada operasi SAR, pendataan lanjutan, serta membantu penanganan darurat bagi warga terdampak,” tambahnya.

Hingga kini, operasi SAR dan penanganan darurat banjir bandang di Pulau Siau masih terus berlangsung, sementara masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

(Finda Muhtar)

Pos terkait