Geraldi – Erwin Tuangkan Visi-Misi Lewat Outfit Karya Anak Muda Bitung di Debat Paslon

Erwin saat menjelaskan visi-misi yang dituangkan anak muda Kota Bitung lewat outfit yang dikenakan.

Bitung, VivaSulut.com – Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung, Geraldi Mantiri-Erwin Wurangian kembali tampik menarik di debat Paslon ketiga, Jumat (15/11/2024).

Debat digelar KPU Kota Bitung di salah satu hotel di Kota Manado dengan lima tema yakni Keuangan dan Fiskal Daerah, Potensi Investasi, Ketahanan Pangan, Tata Kelola Sampah dan Limbah Industri serta Pemantapan peningkatan PAD dan sumber pembiayaan yang sah.

Bacaan Lainnya

Seperti dua debat sebelumnya, Paslon nomor urut 1 ini masih mendominasi mengusai materi debat baik yang disiapkan panelis maupun dari Paslon lawan. Geraldi-Erwin tetap unggul di debat ketiga.

Selain mengusai jalannya debat, yang menarik dari Paslon Geraldi-Erwin adalah outfit yang dikenakan mengikuti tren anak muda masa kini, yakni kaos dibalut jaket jins dan dipadukan dengan celana jens dan sepatu sporty.

Namun yang tak kalah menariknya adalah gambar yang menepel di jaket jens Geraldi-Erwin. Gambar itu merupakan visi-misi Geraldi-Erwin yang dituangkan dalam gambar hasil karya anak muda Kota Bitung.

“Karya ini merupakan visualisasi dari enam program dasar Geraldi-Erwin yang diekspresikan melalui pendekatan surealis dan ekspresionis,” kata Erwin saat sesi pertama menyampaikan visi-misi Paslon.

Gambar ini, kata dia, adalah visi-misi Geraldi-Erwin, yakni Pendidikan tergambar melalui objek buku yang terpasang pada gagang bola dunia, melambangkan pengetahuan dan ide yang terus berkembang.

Kemudian, Kesehatan diwakili oleh hutan, sungai, pantai, dan stetoskop, menciptakan gambaran tentang hubungan intim antara kesehatan masyarakat dan lingkungan.

“Ada juga, Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang hadir dalam bentuk bangunan pabrik, jalan, kapal bermuatan dan ruang terbuka yang mendukung kehidupan berkelanjutan,” katanya.

Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, lanjutnya, terlihat melalui objek perumahan, mencerminkan keberagaman dan identitas komunitas yang kuat.

Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat ditandai oleh neraca keadilan, menandakan upaya untuk mencapai keseimbangan dan perlindungan bagi masyarakat.

Juga, Sosial ditangkap oleh sekelompok anak-anak kecil yang saling bermain, menciptakan suasana kebersamaan yang penuh keceriaan dan harapan.

“Garis-garis spontan dalam karya ini menciptakan dinamika yang menggambarkan berbagai masalah yang selalu datang. Namun, dengan setiap elemen di atas, masalah tersebut akan terpecahkan satu per satu. Palet warna yang berani dan komposisi yang harmonis menekankan sinergi antara pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perumahan, keadilan dan interaksi sosial,” jelasnya.

(redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *