Bitung, VivaSulut.com – Bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung, Geraldi Mantiri-Erwin Wurangian menyatakan politik itu menyatukan serta menggembirakan.
Menurut keduanya, politik jangan dipandang hanya dari satu sisi, yakni hanya dari sisi negatif hingga kaum muda antipasti untuk terjun ke dunia politik.
“Bagi kami, politik itu menyatukan dan menggembirakan. Tergantung kemana kita membawanya serta tujuannya apa,” kata Geraldi-Erwin, Selasa (3/9/2024).
Politik, kata Gerldi, adalah seni dalam mempengaruhi orang lain. Sehingga dirinya bersama Erwin mengajak pemuda untuk tidak antipasti dengan dunia politik karena peran kaum muda sangat penting dalam kemajuan politik suatu bangsa dan negara.
“Kaum muda identik semangat perubahan dengan ide-ide brilian. Nah, untuk mewujudkan itu, jalur politik adalah wadahnya,” katanya.
Gelora kaum muda, kata Ketua DPRD Kota Bitung sementara ini, adalah menginginkan segera adanya perubahan, yakni berubah agar Kota Bitung semakin maju, pengangguran dan kemiskinan semakin terkurangi, pendidikan semakin berkualitas, keadaan ekonomi meningkat, perumahan penduduk semakin tampak lebih baik, rakyat semakin mandiri dan seterusnya.
“Jika kaum muda sadar dengan politik maka pasti suasana politik akan berubah jadi menggembirakan serta lebih mengedapankan adu gagasan. Bukan lagi cara berpolitik feodal seperti adu domba dan saling menyerang,” katanya.
Selain menggembirakan, Erwin juga menyampaikan politik tidak selamanya bermusuhan, melainkan menyatukan. Contoh nyata, kata dia, kolaborasi antara PDI Perjuangan dengan Partai Gerindra mencalonkan dirinya bersama Gerladi yang jelas-jelas berbeda warna.
“Siapa bilang politik itu hanya menciptkan lawan? Bagi kami berdua, berbeda padangan politik itu tetap teman, Sekalipun itu lawan, tetap kami anggap teman karena politik itu bisa menyatukan,” kata Erwin.
Apalagi suasana Pilkada, kata politisi Partai Golkar ini, semua harus paham bahwa tujuan sejati diadakannya Pilkada adalah untuk memilih pemimpin terbaik yang akan menyejahterakan rakyat dan memajukan Kota Bitung, bukan semata-mata untuk meraih kekuasaan.
“Maka, ajang pesta demokrasi hendaknya tidak menjadi sumber perpecahan dan permusuhan antar sesama masyarakat Kota Bitung,” katanya.
Layaknya dalam sebuah pertandingan, lanjut Erwin, tentu akan ada pihak yang menang dan kalah. Maka, pihak yang kalah harus legowo atau menerima kekalahan dan tidak berlaku anarkis. Sebaliknya, yang menang tidak sombong dan jumawa.
“Mari kita bersama-sama menjadikan Pilkada menggembirakan dengan adu gagasan. Jika sebelum pertandingan suasana menggembirakan, maka Pilkada akan berjalan fairplay dan sportif,” katanya.
(redaksi)