Liburan Panjang, Membangun Kebersamaan dalam Menciptakan Kerukunan

Catatan: Dra. Ivonne R. J Kawatu

LIBURAN panjang yang dinikmati tentu membawa kebahagiaan tersendiri untuk kita semua.

Tapi ingat, janganlah berlebih sehingga melupakan apa arti hidup yang sesungguhnya.

Dari pengamatan secara langsung maupun di media sosial (Medsos), cara menikmatinya bervariasi, ada yang hanya barengan makan, main bersama di rumah, di kebun atau pulang kampung, tapi ada yang menikmatinya menuju ke destinasi wisata baik di dalam, negeri maupun di manca negara.

Pun caranya berbeda. Ada yang bersama keluarga inti, keluarga besar, keluarga terbesar, juga pertemanan dalam satu grup, kelompok atau persekutuan (reunian, bertetangga, berkolom, berjemaat dan berjemaah).

Sungguh menyenangkan karena di sana dapat mengeratkan hubungan yang membawa pada ketenangan, kenyamanan, kedamaian dan kesukacitaan.

Berlibur juga membuat pikiran menjadi lebih fresh dan ada cerita kecil untuk dibawa pulang, yang dapat diceritakan kembali sebagai kenangan.

Bahkan tentu akan lebih menyemangati ketika balik dalam kerja sebagai pencarian nafkah, dalam memenuhi kebutuhan hidup keseharian kita.

Dan ciptaan Tuhan apapun itu harus dinikmati, dijaga, dipelihara dan dilestarikan agar ‘klak dapat dinikmati oleh anak cucu kita secara turun temurun.

Ketika semuanya itu dicapai dan digapai, pasti liburan panjang menjadi sangat bermakna yang membuat kita bahagia.

Karena di sana dapat menimbulkan cinta yang sesungguhnya.

Kata orang, kebahagiaan hidup tertinggi adalah keyakinan bahwa kita dicintai.

Semoga demikian sehingga liburan panjang yang digunakan secara maksimal ini, dapat menjadikan rumah tangga yang lebih utuh, menjalin keluarga dan sesama yang lebih harmonis, yang terus menerus membangun kebersamaan dalam menciptakan kerukunan yang sudah ada sejak dulu kala.

Hiduplah dalam kasih, hiduplah dalam buah-buah Roh. Amin. Semangat… God Bless You.(*)

Pos terkait