Minut, VivaSulut.com — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) bergerak cepat membantu warga Desa Gangga I, Kecamatan Likupang Barat, yang terdampak bencana angin kencang dan gelombang pasang pada Selasa (6/1/2026).
Sedikitnya 26 kepala keluarga terdampak, dengan 11 rumah mengalami kerusakan parah akibat terjangan air laut.
Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian nyata.
“Saat warga mengalami musibah, pemerintah harus hadir. Bantuan ini memang tidak menggantikan kerugian, tetapi kami berharap bisa meringankan beban dan memberi semangat kepada masyarakat untuk bangkit,” ujar Joune Ganda.
Melalui Camat Likupang Barat Maikel Parengkuan dan Penjabat Hukum Tua Desa Gangga I, Rommy Lopo, Pemkab Minut menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Bantuan yang diberikan berupa beras 10 kilogram, satu dos mi instan, dua kilogram gula pasir, dan dua liter minyak goreng untuk setiap keluarga.
Camat Likupang Barat Maikel Parengkuan mengatakan bantuan tersebut merupakan instruksi langsung dari Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat pesisir yang terdampak cuaca ekstrem.
“Pak Bupati berpesan agar pemerintah hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga memastikan warga tidak merasa sendiri dalam menghadapi bencana,” kata Maikel.
Berdasarkan pendataan pemerintah desa, kerusakan paling parah terjadi di jaga 4 hingga jaga 8 Desa Gangga I, di mana rumah warga mengalami kerusakan pada bagian dapur, ruang tamu, hingga dinding samping rumah.
Selain itu, tanggul penahan ombak dilaporkan jebol akibat kuatnya gelombang laut pasang.
Hukum Tua Desa Gangga I Rommy Lopo menyebutkan, bencana terjadi sekitar pukul 19.00 WITA, saat air laut pasang disertai angin kencang menghantam kawasan pesisir.
“Total ada 26 rumah terdampak, dengan 11 rumah mengalami kerusakan berat. Air laut pasang juga menyebabkan tanggul penahan ombak rusak,” jelas Rommy.
Pemkab Minut mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat kondisi cuaca di Sulawesi Utara masih berpotensi menimbulkan gelombang tinggi dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan.
(Finda Muhtar)





