Sitaro, VivaSulut.com — Hingga Rabu (7/1/2026), tiga korban banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) masih dinyatakan hilang.
Basarnas Sulawesi Utara terus melanjutkan operasi pencarian bersama tim SAR gabungan di sejumlah titik terdampak.
Kepala Kantor Basarnas Sulawesi Utara, George Randang, melalui Humas Basarnas Sulut Nuraidin Gumeleng, mengatakan pencarian hari ini difokuskan pada dua korban dewasa di Kampung Bahu serta satu korban bayi di Desa Laghaeng.
“Operasi SAR hari ini difokuskan pada pencarian tiga korban yang masih hilang, yakni dua korban dewasa di Kampung Bahu dan satu korban bayi di Desa Laghaeng. Tim SAR gabungan sudah berada di lokasi dan melakukan penyisiran,” ujar George Randang melalui Nuraidin Gumeleng.
Dua korban hilang di Desa Bahu Lingkungan III, Kecamatan Siau Timur, masing-masing:
- Andris Pianaung
- Leonel Pianaung
Sementara satu korban bayi yang masih dalam pencarian di Desa Laghaeng, Kecamatan Siau Barat Selatan, yakni:
- Clayton Azriel Tatambihe
Berdasarkan data sementara yang telah disinkronkan, banjir bandang di Pulau Siau mengakibatkan sedikitnya 14 orang meninggal dunia, dengan sebaran korban di Kecamatan Siau Timur, Siau Barat Selatan, dan Siau Barat.
George menambahkan, kondisi medan pencarian masih cukup berat karena tertutup material batu, lumpur, dan kayu yang terbawa arus banjir bandang.
Meski demikian, seluruh unsur SAR tetap mengoptimalkan pencarian dengan pembagian sektor serta penggunaan peralatan SAR.
“Kami terus berupaya maksimal agar seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan. Operasi SAR akan dilanjutkan dan dievaluasi setiap hari,” tambahnya.
Basarnas mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan tidak beraktivitas di sekitar alur sungai.
(Finda Muhtar)





