Sitaro, VivaSulut.com — Jumlah korban akibat banjir bandang yang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, terus bertambah.
Berdasarkan data korban sementara Pemkab Sitaro, hingga Senin (5/1/2026) pukul 08.00 WITA, tercatat 14 orang meninggal dunia, puluhan luka-luka, dan sejumlah warga masih dilaporkan hilang.
Bencana banjir bandang Siau ini berdampak pada beberapa kampung dan kelurahan, antara lain Kelurahan Bahu, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, Batusenggo, Kampung Bumbiha, Kelurahan Paseng, dan Kampung Bandil.
Di Kelurahan Bahu, tercatat 82 kepala keluarga (260 jiwa) terdampak.
Dari jumlah tersebut, 8 orang meninggal dunia, 15 orang mengalami luka-luka, dan 3 orang masih dinyatakan hilang. Warga terdampak saat ini mengungsi di Museum setempat.
Sementara itu, di Kampung Peling, dilaporkan 2 orang meninggal dunia, dengan lokasi pengungsian di Gereja GKAI Peling.
Di Kampung Laghaeng, tercatat 3 orang meninggal dunia, 3 orang luka-luka, serta 1 orang hilang. Adapun di Batusenggo, dilaporkan 1 orang meninggal dunia.
Selain korban jiwa, banjir bandang juga menyebabkan ratusan warga harus mengungsi akibat rumah rusak dan akses jalan tertimbun material banjir berupa batu, kayu, dan lumpur.
Kepala Kantor Basarnas Sulawesi Utara, George Randang, mengatakan pihaknya telah menurunkan satu tim rescue lengkap dengan peralatan SAR untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (OPS SAR) di wilayah terdampak.
“Berdasarkan informasi dari Pemkab Sitaro, jumlah korban terus kami update. Basarnas Sulawesi Utara telah mengerahkan satu tim rescue lengkap beserta peralatan SAR untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan di lokasi banjir bandang,” ujar George Randang, Selasa (6/1/2026).
Dalam operasi tersebut, Basarnas Sulut membawa sejumlah alat utama SAR, di antaranya kendaraan rescue, peralatan komunikasi, peralatan medis, peralatan mountaineering, tenda posko, serta berbagai peralatan pendukung lainnya.
George menambahkan, fokus utama tim SAR saat ini adalah pencarian korban yang masih dilaporkan hilang, serta membantu evakuasi dan penanganan darurat bagi warga terdampak.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh korban dapat tertangani dengan cepat dan aman,” tambahnya.
Hingga saat ini, operasi SAR dan pendataan korban masih terus berlangsung, sementara masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana susulan.
(Finda Muhtar)





