PLN dan MKI Perkuat Sinergi, Electricity Connect 2025 Siap Jadi Motor Transisi Energi Indonesia

Manado, VivaSulut.com — Electricity Connect 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran teknologi dan diskusi energi global, tetapi juga momentum memperkuat sinergi antara PLN, pemerintah, dan pelaku industri energi nasional. Forum ini digadang-gadang membuka ruang kolaborasi baru dalam percepatan implementasi transisi energi dan pemanfaatan energi baru terbarukan.
Mewakili Direktur Utama PLN, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan, Suroso Isnandar, menegaskan dukungan penuh PLN terhadap penyelenggaraan Electricity Connect 2025.
“Kami dukung penuh hadirnya Electricity Connect di tahun 2025 ini, dengan harapan bahwa program transisi energi yang kita persiapkan dapat segera kita jalankan,” ujar Suroso.
Ia menjelaskan bahwa RUPTL 2025–2034 telah menetapkan arah pengembangan energi hijau secara lebih agresif, termasuk kebutuhan tambahan pembangkit 69,5 GW dalam 10 tahun mendatang.
“RUPTL yang kita laksanakan akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8%. Namun, untuk mencapainya kita harus co-invest, co-innovate, co-secure energy, demi memastikan ketahanan dan kedaulatan energi bangsa,” jelasnya.
Wakil Ketua Umum I MKI, Chairani Rachmatullah, juga menekankan bahwa Electricity Connect 2025 merupakan gambaran visi Indonesia membangun sektor ketenagalistrikan yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
“Indonesia tidak lagi sekadar beradaptasi terhadap transisi energi global, tetapi menjadi arsitek masa depan energi kawasan dengan energy resilience sebagai fondasi kokoh bagi kedaulatan nasional,” ujarnya.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Sekretaris Jenderal MKI, Arsyadany G. Akmalaputri, menambahkan bahwa forum ini akan mempertemukan pemangku kepentingan strategis untuk memperkuat ekosistem industri energi nasional.
“Kami mengapresiasi keseriusan pemerintah yang tercermin dalam RUPTL 2025–2034 yang disebut sebagai RUPTL paling hijau. Momentum positif ini harus dijaga agar ekosistem industri energi nasional semakin mandiri dan berdaya saing,” kata Arsyadany.
Ia optimistis forum tersebut akan menciptakan peluang inovasi dan kemitraan baru.
“Forum ini menjadi kesempatan untuk berbagi wawasan, membangun kemitraan, dan memperkuat transisi energi baru terbarukan di kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara,” tutupnya.
(***/Finda Muhtar)

Pos terkait