Manado, VivaSulut.com —Upaya mempercepat aliran investasi nasional terus diperkuat melalui kolaborasi antara PT PLN (Persero) dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Kedua institusi ini menandatangani adendum perjanjian kerja sama yang memperbarui komitmen dalam menyediakan layanan kelistrikan yang lebih cepat dan terintegrasi bagi para investor.
Dalam acara yang digelar di Malang, Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal BKPM, Tirta Nugraha Mursitama, menyampaikan bahwa percepatan investasi tidak dapat berjalan tanpa koordinasi antarlembaga.
“Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan koordinasi dan sinergi dengan semua pihak, baik pemerintah daerah, dunia usaha, maupun akademisi,” ujarnya.
Adendum kerja sama tersebut memperkuat langkah PLN dalam memastikan ketersediaan daya bagi sektor usaha. Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Prianto, menegaskan kesiapan PLN dalam meningkatkan dukungan kelistrikan untuk mendorong realisasi investasi.
“Sebagai wujud komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para investor, PLN memastikan ketersediaan daya dan dukungan kelistrikan yang andal untuk menunjang kebutuhan investasi di tanah air,” ujarnya.
Salah satu poin strategis dalam adendum ini adalah pembentukan Liaison Officer Desk PLN di kantor BKPM. Desk ini berfungsi sebagai pusat layanan satu pintu yang memudahkan calon investor mendapatkan informasi terkait pasokan listrik serta koordinasi pembangunan infrastruktur pendukung.
“Melalui integrasi ini, PLN bersama BKPM berupaya menghadirkan layanan yang efisien, transparan, dan memberikan kepastian bagi investor strategis dalam mengambil keputusan bisnis,” jelas Adi.
Kerja sama ini juga diproyeksikan membuka peluang investasi besar di sektor energi baru terbarukan. RUPTL 2025–2034 menjadi landasan penting dengan target penambahan kapasitas pembangkit nasional 69,5 GW, di mana EBT mendominasi hingga 76% dari total rencana.
“RUPTL hijau ini menghadirkan kepastian dan kemudahan bagi investor, sekaligus mendorong pengembangan proyek energi bersih yang berkelanjutan di seluruh Indonesia,” tutup Adi.
(***/Finda Muhtar)





