Bitung, VivaSulut.com – Risal Kaunang (26) warga Kelurahan Wangurer Barat Kecamatan Madidir menghebuskan nafas, Kamis (3/4/2025).
Pemuda berprofesi nelayan ini meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Manembo-nembo dan dirujuk ke RSUP Prof Kandou Manado setelah terlibat perkelahian di Kelurahan Girian Bawah Kecamatan Girian pada 31 Maret 2025 lalu.
Risal harus menjalani perawatan intensif hingga operasi akibat luka yang dialami saat duel dengan AP (24) berdomisili di Kelurahan Girian Bawah.
Menurut Kasi Humas Polres Bitung, Iptu Abdul Natip Anggai, Risal meninggal dunia karena mengalami retak tengkorak akibat perkelahian dengan AP.
“AP sudah ditangkap setelah sempat melarikan diri ke Kota Manado,” kata Abdul, Jumat (4/4/2025).
Kasus penganiyaan berujung kematian itu, kata Abdul, bermula saat Risal bersama istri dan anaknya pergi ke rumah rekan kerjanya yang merupakan kapten kapal di Kelurahan Girian Bawah.
Setelah sampai, salah satu rekan Almarhum, yakni Fito Antameng langsung menggendong anaknya dan mengajak pergi ke warung membeli susu.
Di warung, Fito bertemu dengan AP dan sempat terlibat adu mulut. Kejadian itu dilaporkan Fito kepada Almarhum.
“Mendengar pengaduan itu, Almarhum dan Fito mendatangi warung. Ketiganya terlibat perkelahian dengan AP,” katanya.
Perkelahian itu, lanjut Abdul, Fito sempat ditarik karena sudah berdarah. Sementara Almarhum dan AP terjatuh secara bersamaan dengan posisi korban menindih badan pelaku.
“Pengakuan AP, ia sempat memegang pisau kecil dan langsung menikam kepala korban berkali-kali sehingga kepala korban mengeluarkan darah dan tidak sadarkan diri,” katanya.
Usai kejadian, AP langsung melarikan diri karena takut diamuk rekan-rekan Almarhum dan warga sekitar.
“AP sudah ditangkan dan sementara didalami apa motifnya,” katanya.
(redaksi)