Wisatawan China Kagumi Alam Sulawesi Utara, Produk UMKM Laris Manis

Wisatawan asal China membeli sejumlah produk UMKM yang dijual masyarakat Desa Leilem, Minahasa.

Manado, VivaSulut.com – Ratusan wisatawan asal Nanjing, China memuji pesona alam Sulawesi Utara yang dinilai sangat alami dan indah.

Dalam kunjungan wisata, Rabu (2/4/2025), rombongan wisatawan China menikmati sejumlah objek wisata, di antaranya air panas belerang Rano Reindam di Desa Leilem Kabupaten Minahasa, serta Taman Kelong, Bukit Doa dan Danau Linow di Kota Tomohon.
Rombongan ini merupakan rombongan perdana wisatawan China yang hadir di Sulut.

Bacaan Lainnya

Terlebih, Gubernur Yulius Selvanus Komaling telah memastikan Sulut akan terus terbuka untuk semua wisatawan mancanegara.

Kedatangan wisatawan China ke Sulut sekaligus menjadi awal dibukanya objek wisata air panas Rano Reindam Desa Leilem, Minahasa, pada Rabu (2/4/2025).

Hong, salah satu wisatawan asal Nanjing mengaku kagum dengan objek wisata di Sulut yang sangat alami.

“Ini (air panas belerang) tidak ada di tempat kami jadi boleh datang ke sini adalah sebuah kesenangan. Kami diterima dengan sangat baik, dan saya tentu saja akan mengajak teman-teman saya untuk datang ke sini,” ujarnya Hong, didampingi seorang penerjemah.

Hadirnya wisatawan ke objek-objek wisata alam ini pun disambut antusias pemerintah dan masyarakat setempat.

Pemkab Minahasa bahkan menyambut para wisatawan dengan tari tradisional Kabasaran yang ikut menyedot perhatian wisatawan yang datang ke wisata air panas Rano Reindam.

“Sangat senang sekali dengan kedatangan turis mancanegara ini karena pariwisata alam kita perlu dikembangkan lewat promosi baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Outputnya, ini meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa seperti usaha kuliner maupun ekonomi kreatif lainnya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa, Telda Lapian didampingi Hukum Tua Desa Leilem Victor Roring.

Masyarakat Desa Leilem, Patritje Ponto, mengatakan, kedatangan wisatawan mancanegara di Rano Reindam adalah suatu kebanggaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

“Kunjungan wisatawan sangat berdampak ekonomi yang baik bagi kami. Tentu saja masyarakat Desa Leilem akan menyambut dengan baik dan ramah bagi wisatawan,” kata Ponto.

Tampak para wisatawan memborong sejumlah produk UMKM seperti makanan olahan keripik dan kacang, serta belerang sebagai masker alami.

Kepala Dinas Pariwisata Tomohon Judhistira Siwu menyambut para wisatawan saat berkunjung ke Taman Kelong, Rabu (2/4/2025).
Kepala Dinas Pariwisata Tomohon Judhistira Siwu mewakili pemerintah daerah menyambut kedatangan para wisatawan asal China ke Kota Bunga, Tomohon.

Sambutan hangat juga ditunjukkan Pemerintah Kota Tomohon. Mereka menerima wisatawan dengan diiringi Tari Tradisional Maengket dan Katrili.

Kepala Dinas Pariwisata Tomohon Judhistira Siwu menjelaskan, Tomohon memiliki dua pariwisata unggulan yaitu ECO tourism, yaitu pariwisata yang berbasis alam dan lingkungan hidup serta agro tourism, pariwisata berbasis pertanian.

“Ini akan membawa pengalaman tersendiri bagi wisatawan. Kekuatan pariwisata di Tomohon, kita juga punya Iven Tomohon International Flower Festival (TIFF) yang sudah masuk Canlender of Ivent Kementerian Pariwisata Indonesia. Di TIFF, tema utamanya adalah bunga-bunga lokal dari petani bunga Kota Tomohon,” jelas Judhistira.

(Finda Muhtar)

Pos terkait