Bitung, VivaSulut.com – Berbagai upaya dilakukan calon wakil wali kota, Randito Maringka menghindari dugaan politik uang yang kini ditangani Bawalu Kota Bitung.
Randito dilaporkan ke Bawaslu, Jumat (11/10/2024) lalu terkait dugaan politik uang berkedok sumbangan ke rumah ibadah di Kecamatan Maesa.
Dugaan itu mengacu ke postingan di media sosial facebook oleh akun Hadija Rahman.
“Alhamdulillah penyerahan bantuan di Mesjid Aljauhar pasar tua Berupa Uang tunai Rp 25.000.000 SAH dari calon Wakil Walikota Bitung Bpk Randito Maringka
Dan di wakili oleh Kakak Bpk Rando Maringka Saya ketua panitia, Imam, BTM & jamaah menyampaikan banyak terima kasih atas semua bantuan yg di berikan kepada kami semoga amal kebaikan dan hajat dari keluarga Maringka akan di ijabah Oleh Allah SWT Aamiin Yab #HR 04-10-2024,” tulis akun Hadija Rahman.
Postingan itu juga melampirkan sejumlah foto dan video penyerahan uang. Namun, sayangnya, unggahan itu kini sudah dihapus. Link-nya masih bisa ditemukan tapi ketika dibuka status dan foto serta video sudah tak ada.
Pun demikian, bukti-bukti itu sudah dikantongi pelapor dan juga sudah diserahkan ke Bawaslu Kota Bitung.
Dari informasi, Randito sendiri berupaya untuk menepis laporan itu. Mulai dari dirinya tak menghadiri pemanggilan klarifikasi dengan alasan sakit, hingga upaya membentuk opini publik lewat pemberitaan jika dugaan itu hoax.
Kepada sejumlah Wartawan, calon wakil wali kota nomor urut 2 ini merasa difitnah dengan adanya laporan itu.
“Terkait (laporan) politik uang itu, (saya menganggap) orang yang melaporkan saya ke Bawaslu (saya anggap) pencemaran nama baik atau fitnah,” ujarnya saat dikonfirmasi via WhatsApp Messenger, Jumat (18/10/2024).
Sayangnya, Randito tak menjelaskan lebih lanjut perihal dirinya merasa difitnah. Pun ketika ditanya apakah akan menempuh jalur hukum untuk membuktikan hal itu, ia menyatakan tidak perlu.
“Nanti saya klarifikasi di Bawaslu,” ucapnya.
Randito dalam kesempatan itu juga meluruskan pemberitaan yang menyebut dirinya mendadak sakit ketika dipanggil Bawaslu Bitung. Ia dengan tegas membantah hal itu.
“Iya betul ada panggilan klarifikasi tapi saya tidak sempat hadir. Saya belum ada kegiatan karena (sampai sekarang) masih masa pemulihan. Dari Hari Jumat kampanye di Karondoran dan Kumersot saya sudah sakit. Ada surat keterangan yang saya masukan ke Bawaslu soal ini. Jadi tidak benar kalau dianggap saya mendadak sakit karena dipanggil Bawaslu,” katanya.
(redaksi)
Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.