Bitung, VivaSulut.com – Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung, Hengky Honandar-Randito Maringka menyentil dana abadi di segmen lima Debat Pertama, Minggu (6/10/2024).
Menurut Calon Wakil Wali Kota Bitung, Randito, dana abadi yang merupakan program pemerintah pusat akan digunakan untuk melestarikan budaya serta masyarakat ada di Kota Bitung.
Penyataan itu menjawab pertanyaan Calon Wakil Wali Kota Nomor Urut 1 Erwin Wurangian soal bagaimana menyikapi masyarakat adat di Kota Bitung yang notabene punya ragam budaya atau multikultural.
Randito menyebut adanya dana abadi presiden terpilih Prabowo-Gibran untuk mengembangkan budaya.
“Kami akan optimalkan festival budaya agar Kta Bitung dikenal hingga dunia internasional. Program dana abadi untuk budaya dari presiden terpilih Prabowo-Gibran agar bisa digunakan di Kota Bitung untuk mengembangkan budaya,” jelas Randito.
Faktanya, dilansir dari berbagai sumber, dana abadi dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti:
– Pendidikan: Dipergunakan untuk meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa, mengembangkan riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
– Penelitian: Diakumulasikan untuk menghasilkan inovasi dan invensi.
– Kegiatan amal: Diinvestasikan untuk menghasilkan pendapatan bagi kegiatan amal.
– Pelayanan: Dipergunakan untuk memenuhi pelayanan yang baik.
Dana abadi dapat dikelola oleh berbagai institusi, seperti:
– Perguruan tinggi
– Universitas
– Sekolah swasta
– Museum
– Perpustakaan
– Teater
– Rumah sakit
– Panti jompo
– Palang Merah
– Gereja, masjid, kuil, dan tempat ibadah lainnya
Sedangkan yang dimaksudkan dana abadi Prabowo-Gibran adalah dana abadi untuk pesantren dan perumahan. Hal itu sama seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto yang menyebut paslon Prabowo-Gibran bakal menganggarkan dana abadi pesantren senilai Rp 50 triliun.
Hal ini bukti keseriusan penyetaraan pesantren dengan pendidikan umum.
(redaksi)