Bitung, VivaSulut.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bitung bakal menggelar debat pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung untuk Pilkada 2024.
Menurut Ketua KPU Kota Bitung, Deslie Sumampouw, agenda debat Paslon akan dilaksanakan sebanyak tiga kali dan debat pertama akan digelar pada, Minggu (6/10/2024) malam.
“Debat kedua dan ketiga belum ditentukan,” kata Deslie, Jumat (4/10/2024).
Debat pertama, kata Deslie akan digelar di Grand Kawanua Convention Center Manado. Pusat konvensi ini terletak di Kelurahan Kairagi II Kecamatan Mapanget Kota Manado.
“Ada beberapa pertimbangan yang jadi alasan. Yang utama adalah soal keamanan. Pilkada Bitung kali ini hanya diikuti dua pasangan calon, sehingga konstelasi politiknya dinamis dan cukup panas. Jadi untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang bisa terjadi, kita memilih tempat yang lebih representatif,” jelasnya.
Berdasarkan alasan itu, KPU Kota Bitung, kata dia, sudah menentukan jumlah pendukung pasangan calon yang bisa masuk di ruangan debat.
Menurutnya, sesuai kesepakatan petugas penghubung dua Paslon, masing-masing hanya diberi jatah 50 orang pendukung.
“Jadi yang bisa masuk ke dalam ruangan hanya 50 orang untuk setiap Paslon. Jumlah ini sudah disepakati bersama sehingga tidak ada masalah. Dan perlu disampaikan, pembatasan jumlah pendukung ini juga demi keamanan dan kelancaran pelaksanaan debat,” katanya.
Soal mekanisme debat, Deslie menyatakan tidak ada pemisahan antara calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam debat kali ini. Artinya, pasangan calon akan tampil bersama-sama mengikuti agenda itu.
“Kalau lalu kan dipisah. Ada yang tampil hanya calon Walikotanya saja, kemudian cuma calon Wakil Walikotanya, dan ada yang bersama-sama. Tapi untuk tahun ini beda. Pasangan calon tampil bersama-sama tapi untuk sesi tanya jawab diatur antara calon Walikota dan calon Walikota, dan calon Wakil Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota,” katanya.
Untuk sesi debat, ia menyampaikan ada enam kali dalam setiap pelaksanaan. Enam sesi ini sudah mencakup penyampaian visi-misi, tanya-jawab dan closing statement.
Khusus untuk tanya-jawab, ada pertanyaan yang berasal dari pasangan calon itu sendiri, dan ada juga yang berasal dari panelis.
“Jadi harapannya pasangan calon sudah bisa mempersiapkan diri menghadapi pelaksanaan debat ini,” katanya.
(redaksi)