Bitung, VivaSulut.com – Aksi demo di depan Kantor Wali Kota berlangsung ricuh. Puluhan peserta aksi diamankan Polisi karena menolak membubarkan diri serta melakukan tindakan anarki menyerang petugas, Senin (26/8/2024).
Satu unit water cannon dikerahkan untuk menghalau pendemo yang mulai melakukan aksi pelemparan. Tim Resmob Polres dikerahkan untuk menagkap provokator aksi, hingga suasana makin memanas.
Aksi itu terjadi dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Samrat 2024 dilanjutkan Simulasi Sispamkota Polres Bitung dalam rangka Operasi Mantap Praja Samrat Pengaman Pilkada Serentak Tahun 2024 di depan Kantor Wali Kota Bitung.
Apel Gelar Pasukan dan simulasi dimpin Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai SIK MH dan Komandan Apel Waka Polsek KPS Bitung, IPDA Steven Pangkey.
Kapolres membacakan arahan Kapolda Sulut menyampaikan, hajatan Pilkada kompleksitas kerawanan dan karakteristik yang khas.
Kondisi ini, kata dia, akan menuntut adanya upaya maksimal masing-masing partai politik dalam hal ini para calon kepala daerah akan berkompetisi secara tepat untuk meraih suara sebanyak-banyak.
“Kita ketahui bersama bahwa pelaksanaan Pilkada 2024 dilaksanakan di 37 provinsi 58 kabupaten kota sehingga menjadi salah satu agenda besar nasional yang kita nyatakan untuk perhatian Sulawesi Utara memiliki total 1.957.274 pemilih,” kata Albert.
“Pemilih itu terbagi dalam 4.410 TPS secara keseluruhan oleh karena itu komunikasi koordinasi dan kolaborasi yang baik antara berbagai pihak yang terkait dengan Pilkada,” katanya.
Hadir juga dalam apel dan simulasi, Kajari Bitung, Dr Yadyn SH MH, Ketua PN Kota Bitung, Dr Johanis Dairo Malo SH MH, BIN Korwil Bitung, Thein HC Pakasi, Danramil 1310 – 01 Bitung, Kapten Inf Fredrik Liwutang, Kepala Kantor BMKG Kota Bitung, Aqil Ihsan dan Kepala BPBD Kota Bitung, Fivy Kadeke.
(redaksi)