Bitung, VivaSulut.com – Ratusan warga terdampak erupsi Gunung Raung Tagulandang Kabupaten Sitaro ditampung Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung di Asrama Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Bitung.
Ratusan warga terdampak erupsi Gunung Raung ini tiba di Pelabuhan Samudera Kota Bitung dalam tiga gelombang menggunakan Kapal KN Pasatimpo P.212 milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantal (KPLP) Kelas II Kota Bitung, KRI KAKAP-811 dan KM Lokongbanua, Kamis (18/4/2024) pada pukul 22.15 Wita.
Ratusan warga ini diterima Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri bersama Ketua TP PKK Kota Bitung, Ny Rita Mantiri Tangkudung didampingi Sekretaris Daerah Kota Bitung, Rudy Theno serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah (KPD).
Wali Kota menyatakan, pihaknya ingin mamastikan warga yang terdampak erupsi Gunung Raung dan tiba di Kota Bitung memiliki tempat tujuan mengungsi, sehingga pihaknya menampung sementara di Asrama BLK Kota Bitung.
“Setelah mendapatkan informasi, kami segera melakukan koordinasi dengan beberpa KPD untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan saudara-saudara kita dari Tagulandang,” kata Maurits.
Bahkan, kata Maurits, berkoordiansi dengan Pemerintah Provinsi dan langsung memerintahkan apabila ada pengungsi yang tidak memiliki keluarga dan tempat tinggal dapat langsung di arahkan menuju Asrama BLK milik pemerintah provinsi yang berada di kecamatan madidir.
“Kami turut prihatin atas apa yang sedang menimpa saudara-saudara kita ini, kehadiran kami sebagai bentuk dukungan bagi mereka agar mampu melalui masa-masa yang tentunya sangat berat sebagaimana yang juga kita rasakan bersama dimana saat ini Kota Bitung juga masih dalam status tanggap darurat akibat bencana banjir dan tanah longsor beberap waktu yang lalu. Inilah wujud nyata dari kerja dengan cinta jauhkan kebencian,” jelasnya.
Adapun warga terdampak erupsi yang tiba di Kota Bitung sebanyak 592 orang menggunakan tiga kapal laut. Kapal KN Pasatimpo P.212 membawa 87 pengungsi, KRI KAKAP-811 membawa 195 orang dan KM Lokongbanua mebawa 310 orang.
592 warga pengungsi kini sudah tiba di tempat tujuan mereka baik itu keluarga maupun crisis center yang disediakan Kementerian Hukum dan HAM RI bagi anggota keluarga pegawai Lapas yang juga terdampak akibat adanya erupsi Gunung Ruang.
(redaksi)